Punya sebuah cermin? Kalau kau tidak punya, maka akan kukatakan bahwa teman adalah cerminan dari kita. Kurang lebih seperti itu. Apa yang kita lakukan akan merefleksikan siapa diri kita. Misal saja nih ya jika kita berteman dengan pemain moba. Kemudian kita sering duduk di sampingnya yang mana dia sedang mendulek-dulek smartphonenya. Maka secara tidak langsung kita pasti juga sedikit banyak tahu tentang apa yang berhubungan dengan moba. Double kill, enemy killing spree, victory, dan segenap keluarga kosakata yang ada di sana.
Tapi bukan hanya itu saja yang kumaksud. Di lain hal yang bisa berpengaruh untuk kita ya, ia jadi nggak bisa diganggu gugat kalau sedang main moba dan yang sejenisnya.
Ketika kita ajak dia makan misalnya, terkadang si dia lebih memprioritaskan moba ketimbang makan bareng. Ia jadi tak acuh dengan kita. Dan kita jadi tak acuh dengan dia. Jadi cermin bukan?
Jadi, jangan temenan sama pemain moba, moba kok analog.
Eh bukan. Tidak semua moba analog, dan tidak semua yang main moba itu jelek. Main moba itu boleh, asal tidak kelewatan. Karena sesuatu yang kelewatan itu bisa jadi bikin nyesel. Gimana nggak nyesel, harusnya nge-kill eh tau-tau ditelpon temen. Kan kelewatan banget tuh yang jadi temen!
Kalau misalnya kamu temenannya sama si Jess No Limit, ya bisa aja kamu ngrasain naik Ferrarinya.
Kalau misalnya kamu temenan sama saya? Maaf saya bukan pemain moba.
bersambung..
Wedomartani, 10 Februari 2019 - 22:33 WIB
Komentar
Posting Komentar