Kadang selalu ada halangan ketika kita mau menulis sesuatu. Tak punya ide untuk dituliskan. Tak menyisihkan waktu untuk menuliskan. Sengaja malas tak mengungkapkan. Tapi nyatanya, seharusnya jika kau memiliki sebuah ide, sepantasnya engkau ikat ide itu. Kata para ulama, jika kau menuntut ilmu, maka ikatlah ilmu itu dengan tulisan. Karena ia(ilmu) itu bagai binatang buruan yang akan dengan mudah lepas jika kau tak mengikatnya. Seperti judulnya. Ini cuma satu paragraf. Sekali lagi, jika kau punya ide, ikatlah ia! Publikasikan walau cuma satu paragraf!
Dimana kamu jajan? Udah pada ngopi belum? Ngomong-ngomong tentang kopi, ente jajan kopi di mana? Tapi nggak usah dijawab juga nggak apa-apa. Soalnya ane juga nggak mau bahas tentang kopi. Kalo ente seumuran ane, pas waktu TK dulu mesti sukanya jajan mainan. Waktu SD pun awal-awal juga masih suka beli mainan tapi kemudian ya pindahlah, jajan makanan. Gulali, siomay, gorengan, jamu, buah-buahan (sampai buah asem aja dulu dijual lho guys), ada biji ketapang, ada lemper dan beraneka ragam makanan tradisional lainnya. Waktu SMP kalau Ane sih nggak jauh berbeda sama SD. Yang pasti nggak beli mainan lagi. Mulai waktu SMA mungkin itu adalah masa perubahan yang cukup besar. Bagaimana tidak, waktu SMA itu saya baru tahu yang ada namanya Cafe, ada yang namanya restoran, lebih tepatnya saya itu baru tahu langsung. Maklumlah saya ini kan cah ndeso . Beberapa waktu yang lalu, saya itu terpikir oleh sebuah ucapan dari seseorang. “Jajan di warung tetangga itu lebih mulia daripada jajan di...
Komentar
Posting Komentar