Langsung ke konten utama

Makan Bangku Sekolah

Makan Bangku Sekolah

Ungkapan (judul) di atas mungkin sudah tak asing di telinga kawan-kawan. Mayoritas di masa kini, tentu kalian juga pernah memakannya bukan.

Tulisan ini saya khususkan untuk sebuah kalimat yang saya buat di status WhatsApp beberapa waktu sebelum saya menulis blog ini.

Kalimat tersebut tertulis…
Sekolah Sik Wahh..
(Terkenal, bergengsi)
Kalah Karo madrasah Sik barokah

Kita mulai dari kata sekolah. Sekolah adalah kata serapan dari bahasa Inggris (school), yang berarti sebuah tempat untuk belajar. Akhiran -ah dalam bahasa Indonesia, terpengaruh dari serapan bahasa Arab. Tepatnya akhiran (ة) ta’ marbuthah yang di baca waqaf.

Kata Sik berarti yang, dalam bahasa Indonesia. Kata wah adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan kekaguman atau rasa kagum terhadap suatu subjek/objek.

Kata kalah Karo memiliki makna kalah dengan. Kelompok kata tersebut digunakan untuk menyatakan perbandingan.

Kata madrasah merupakan serapan dari bahasa Arab مدرسة yang berarti tempat belajar. Mudahnya, artinya juga sekolah bukan?

Jadi, sekolah=school=madrasah. Mau apapun nama tempat belajarnya, universitas/sekolah tinggi/ma’had 'aly/institut/pondok/yang lain, apapun kata yang digunakan tetap saja arti finalnya adalah sebuah tempat belajar.

Maksud dari kata Sekolah Sik Wahh, adalah sebuah sekolah/school/madrasah yang secara kasat mata, fakta lapangan, yang orang banyak ketahui, yang sering jadi bahan pembicaraan netizen, atau singkatnya yang terlihat bagus di mata orang-orang secara umum dan di mata orang awam sekalipun.

Maksud dari kata madrasah Sik barokah, adalah sebuah tempat belajar baik yang terkenal bin terkemuka, maupun yang berada di pedalaman hutan atau di sebuah pulau kecil di tengah-tengah lautan. Baik yang di mata manusia terlihat bagus maupun yang tidak diketahui manusia sama sekali. Namun di mata الله, tempat belajar itu baik, bahkan الله memberkahi tempat itu, maka itulah sekolah/madrasah yang terbaik.

Intinya, maksud dari status saya tersebut adalah, bahwa sekolah yang terbaik adalah sekolah yang di dalamnya terdapat barokah. Entah itu yang ternama maupun yang orang mendengarnya saja tak pernah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cuma Satu Paragraf

Kadang selalu ada halangan ketika kita mau menulis sesuatu. Tak punya ide untuk dituliskan. Tak menyisihkan waktu untuk menuliskan. Sengaja malas tak mengungkapkan. Tapi nyatanya, seharusnya jika kau memiliki sebuah ide, sepantasnya engkau ikat ide itu. Kata para ulama, jika kau menuntut ilmu, maka ikatlah ilmu itu dengan tulisan. Karena ia(ilmu) itu bagai binatang buruan yang akan dengan mudah lepas jika kau tak mengikatnya. Seperti judulnya. Ini cuma satu paragraf. Sekali lagi, jika kau punya ide, ikatlah ia! Publikasikan walau cuma satu paragraf!

Disalahkan Itu?

Disalahkan itu sakit. Gimana nggak sakit. Lha wong menurut kita benar, tapi ternyata sebuah definisi yang lebih kuat menyatakannya salah. Ya tak apa. Jika sudah sering salah, nanti bisa jadi lupa rasa sakitnya. Disalahkan itu wajar. Wajar. Karena hal yang salah memang harus dibenarkan. Naluri manusia bilangnya begitu. Yang nggak wajar itu kalau kamu salah terus, padahal udah diingetin. Disalahkan itu biasa aja. Beberapa orang bisa menanggapi saran kritikan dan omelan dari kawan maupun lawan dengan lapang dada tanpa terlalu memikirkannya. Katanya, kalau terlalu dipikirkan malah nanti jadi stress. Disalahkan itu tanda perhatian. Dia yang sering menyalahkanmu bisa jadi adalah orang yang memberi perhatian besar padamu. Ciee, hahaha. Jadi, boleh dong sering-sering berbuat salah? Ya jangan. Nanti malah si dia jadi males sama kamu. Wong salah itu datangnya tiba-tiba. Tiba-tiba disalahkan. Disalahkan itu segera dibenahi. Belajarlah dari kesalahanmu. ...

Apa yang Kau Ambil Dari Kawan (Bagian I)

Apakah kamu memiliki teman? Mestinya punya. Dengan beragam keunikan yang dimiliki setiap individu tersebut, kita sering berinteraksi dengan mereka. Punya sebuah cermin? Kalau kau tidak punya, maka akan kukatakan bahwa teman adalah cerminan dari kita. Kurang lebih seperti itu. Apa yang kita lakukan akan merefleksikan siapa diri kita. Misal saja nih ya jika kita berteman dengan pemain moba. Kemudian kita sering duduk di sampingnya yang mana dia sedang men dulek-dulek smartphonenya. Maka secara tidak langsung kita pasti juga sedikit banyak tahu tentang apa yang berhubungan dengan moba. Double kill, enemy killing spree, victory, dan segenap keluarga kosakata yang ada di sana. Tapi bukan hanya itu saja yang kumaksud. Di lain hal yang bisa berpengaruh untuk kita ya, ia jadi nggak bisa diganggu gugat kalau sedang main moba dan yang sejenisnya. Ketika kita ajak dia makan misalnya, terkadang si dia lebih memprioritaskan moba ketimbang makan bareng. Ia jadi tak acuh dengan k...